Showing posts with label Testimoni. Show all posts
Showing posts with label Testimoni. Show all posts

Friday, July 24, 2015

Teaching oleh Sangha Monastik KCI di Kadam Choeling Jakarta






Dengan berkah guru yang sangat besar, Kadam Choeling Jakarta mendapatkan kesempatan bajik yang sangat besar untuk bersama-sama mengulas Dharma bersama 
Sangha Monastik Kadam Choeling Indonesia

Berawal saat Retret Libur Lebaran, Suhu Bhadra Ruci melihat keberadaan Sangha Monastik Kadam Choeling Indonesia di Jakarta untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke India. Suhu Bhadra Ruci berinisiatif agar Sangha Monastik KCI yang ada sedikit waktu luang bisa mengulas Dharma setiap malam di Kadam Choeling Jakarta.

Inisiatif ini sangat disambut baik oleh anggota Kadam Choeling Jakarta yang memang sedang “On Fire” setelah Retret Libur Lebaran bersama Suhu Bhadra Ruci. Dengan semangat yang menggebu-gebu, anggota KCJ hadir setiap malam sejak tanggal 18 Juli 2015 hingga saat liputan ini dibuat. Kenapa dibilang semangat yang menggebu-gebu? karena kalau tidak semangat yang menggebu-gebu, bagaimana bisa anggota KCJ yang capek pulang kerja bisa semangat mengulas Dharma dari jam 20.00 s.d. 23.00?

Menyadari sulitnya memperoleh Dharma di Kota Jakarta ini, Anggota KCJ sadar betul bahwa kesempatan ini sangat berharga. Oleh karena itu, berkah guru ini tidak akan disia-siakan begitu saja. Berikut ini adalah beberapa testimoni dari teman-teman yang hadir :

“Awalnya agak ragu karena topiknya ga dikasih tau dan acaranya agak malam. Tapi pikirnya kan jarang2 ada ticing sama monk di Jakarta. Jadinya ikutan deh. Tapi WOW..benar2 diluar dugaan. Setiap hari dapat summary Lamrim diajarkan dengan style khas berbeda-beda dari masing2 monk. Mulai dari banyak pengalaman pribadi YM Inan, sampai pertanyaan2 filosofis susah dijawab oleh YM Tenzin Chograb (tapi membuat terus penasaran dan banyak berpikir). Jadi banyak membuka perspektif baru dan menemukan cara2 berpikir baru dari cuma beberapa kali ikut sesi ini. Thx para monk dan KCJ. Yang lain juga semoga bisa ikutan kelasnya, akan banyak hal baru yang berbeda dari biasanya loh.” – Kevin Tanadi.

“Teaching dari para Monk KCI di center Jakarta yang berlangsung dari hari minggu kemarin (bagi gw) merupakan kesempatan yang sangat langka karena mereka dengan skillfull-nya dapat membuka mata gw cara penerapan Lamrim yang selama ini sangatlah susah dalam kehidupan sehari-hari sebagai lay people menjadi sangat nyata dan real dimana kita dapat menerapkan seluruh ajaran Lamrim setiap hari, jam, dan menit. Kesempatan menerapkan tersebut bukanlah hanya di lingkungan komunitas center sendiri tetapi juga dapat diterapkan di komunitas keluarga bahkan komunitas kerja , dimana para monk dengan ahlinya menunjukkan benang merah yang menjadi penghubung cara penerapannya, cara menghadapinya, dan antidote-nya. Walaupun hanya bisa ikut beberapa hari saja tetapi hal ini sangatlah membantu membuka, mengupas kelemahan pola pikir yang selama ini menghantui gw. Semoga beberapa hari kedepan masih bisa mengikuti sesi dengan para Monk KCI. Namo Buddhaya” – Victor

“Luar biasa sesi Dharma yang dibawakan Monk KCI di KCJ. Atas dasar kebaikan YM Suhu, kita dapat mendengar Dharma yang luar biasa ini, membuka mata terhadap cara melihat Dharma dari sudut pandang yang berbeda, memperlihatkan apa yang seharusnya dijalankan & apa yang seharusnya ditanggalkan (sebagai instruksi) dengan amat mendetail dan terperinci. Terasa geger sekali rasanya otak dan hati, namun hal ini adalah baik, semoga perubahannya ke arah yang baik.” – Attha S.D.

“Teaching oleh para monk sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita terutama terhadap Lamrim dan juga sangat membantu untuk menghadapi aktivitas kita sehari-hari terutama bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan yang penuh dengan kesibukan, tantangan, dan dinamika. Saya tidak menemukan satu pun teaching dari para monk yang tidak memberikan manfaat kepada saya.” – Yosep

“Kalo di Bandung mungkin sudah sering dapat Teaching dr para monk bahkan Suhu..Kalo di Jakarta momen ini super super langka, excited banget bisa denger Teaching langsung dari Monk KCI..Topiknya juga santai jd bisa banyak nanya klo ga ngerti” – Fanny A.

 Kesempatan berharga ini hanya tinggal hari ini dan esok hari. Melihat antusias dan banyak manfaat yang didapat dari temen-temen yang sudah ikutan, yookk kita manfaatkan kesempatan berharga ini sebaik-baiknya.

P.S. : Ditunggu hari ini dan esok hari di KCJ jam 20.00 WIB.

Wednesday, June 3, 2015

Yes, This is Our Vesakh!



Bulan Waisak, bulan yang penuh kebahagiaan, bulan dimana Sang Pangeran lahir, mencapai pencerahan sempurna, dan parinibana. Bulan ini bukan hanya bulan yang penuh kebahagiaan, melainkan juga bulan yang penuh dengan perjuangan.

Mengapa begitu?

Ya, selama 2 minggu melakukan Atthasila dan 4 minggu melakukan pengumpulan mantram, serta pengumpulan komunitas mandala dan offering air. Kami membiasakan diri untuk melakukan banyak kebajikan dan menghindari perbuatan buruk dari ketiga pintu -pikiran, ucapan dan tubuh. Karena tidak terbiasa, hal ini menjadi sebuah perjuangan. Namun perjuangan yang menyenangkan. Karena kami tahu, apa yang kami lakukan memiliki sebuah tujuan mulia, yaitu menyelesaikan segala latihan penyempurnaan diri.

Berikut testimoni dari warga KCJ yang menjalankan kegiatan di bulan bajik ini:

"Dari berbagai aktivitas bajik yg dilakukan selama bulan bajik, yg paling berkesan adalah Atthasila selama 2 Minggu.
Berasa karena biasanya Atthasila hanya sehari atau maksimal tidak lebih dr seminggu.
Setelah masa Atthasila lewat pun, masih terasa kontrol batinnya. Contohnya, biasanya craving banget sama yang namanya makanan, sekarang mau makan jadi otomatis set motivasi, makan karena atau perut lapar atau mulut lapar?
Yang biasanya gampang marah, sekarang lebih mawas diri.
Ya itu hanya sedikit contoh saja, masih banyak manfaat lainnya.
Kalau boleh saran, jika perlu sering2 bikin event sejenis, tanpa menunggu waktu/event tertentu, misalnya demi pembangunan biara lancar, dedikasikan (semisal) 3 hari Atthasila khusus biara, bisa jg didedikasikan utk umur panjang Guru, orang tua, ataupun orang lain yang sedang kesusahan dll., fun isn't it?
Rejoice buat semua yg sudah berusaha keras dalam pengumpulan kebajikan ataupun mengadakan acara agar org semua bisa melakukan kebajikan selama bulan bajik ini.
Sarva Mangalam."
~Eka Agustian

"Aku gak permah atthasila selama ini.  Ternyata lapar kalau gak makan malam, berat badan sampai turun 2.5 kg. Tapi kalau ada kesempatan berikutnya, mau atthasila lagi.
Saat perayaan Waisak ramai sekali orang yang datang, terasa seperti tahun baru."
~Siskawati Suparmin
 

"Waisak 2015 adalah waisak pertama saya diluar Palembang. Komunitas membuat saya merasa tak pernah benar-benar jauh dari rumah. Semangat menjalankan bulan bajik, bersama mengambil sila hingga ditutup dengan Puja bersama, ada rasa haru, gembira dan kehangatan. Waisak tahun ini menjadi bermakna ketika keluarga besar ini terbukti memiliki hati dan tujuan yang sama dalam hidup..
Semoga setiap hari berikutnya bisa seperti hari-hari dalam bulan bajik,
Semoga semangat waisak tak hanya hari ini.."
~Tanty

"Yang berkesan: Ngejar target yang di bulan biasa sangat sulit dan mempertahankan semangat sela bulan bajik.
Yang dirasakan: Latihan selama bulan bajik membuat Buddha ada, dan selalu hadir. Dan malu karena bolong bolong, namun Buddha dan guru memberikan kesempatan purifikasi, and its touching..."
~Dr Andri Kurnia

"Bulan bajik ini bagi saya seperti angin sejuk di 'gurun' Jakarta yang dipenuhi dengan kemacetan, stress dan kesibukan duniawi. Jujur saya sangat terkejut dengan semangat, energi dan antusiasme komunitas KCJ yang semakin terpancar selama bulan bajik dan waisak tahun ini."
~Satria Anggaprana

"Saia pribadi sungguh2 berterima kasih atas kebaikan hati Suhu dan Sangha KCI dan tentu saja ko Bule karena KCJ bisa mengadakan Sojong di momen2 waisak ini. Sojong adalah Hadiah terbaik untuk merayakan waisak. Perayaan kali ini memberikan suatu harapan baru, kesempatan berharga, dorongan semangat untuk memperbaiki praktek yg slama ini buanyak bolong nya.. Ternyata saia masih bisa diselamatkan, demikian juga Kamu.. :)"
~Sury

"Bagi aku yang penting ada dua: yang pertama, selagi situasi memungkinkan (selagi ingat, ketika kondisi mendukung ada, dll) maka kita gunakan untuk berbuat kebajikan sebanyak mungkin (mumpung bisa), dan kemudian yang kedua adalah mengusahakan agar tidak ada kemerosotan dalam hal kualitas dan kuantitas kebajikan yang dilakukan apabila dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya.
Jadi tahun ini, aku melanjutkan tradisi pengambilan Sila Uposatha Mahayana yang aku mulai 2 tahun yang lalu berkat program bulan kebajikannya KCI. Aku sangat berterima kasih ke komunitas KCI yang sudah memperkenalkan tradisi ini ke aku. Meskipun tidak bisa sempurna (setiap hari pasti at least ada satu-dua sila yang kelanggar) tapi aku yakin sekecil apapun kebajikan yang terkumpul jauh lebih baik daripada ga sama sekali.
Sangat rejoice dimulai dengan H-1 Waisak kita diperkenalkan lagi dengan sebuah tradisi bajik yg baru berupa praktik sojong purifikasi. Kemudian semakin rejoice juga pada hari H Waisak, banyak kebajikan yang bisa dilakukan bersama. Khususnya sangat sangat terharu sekali ketika 50 orang lebih melakukan sadhana Avalokiteshvara bareng di center. Aspirasi Suhu agar para Bodhisatva dan makhluk-makhluk suci dapat memenuhi center pada hari Waisak benar-benar terwujud! Rejoice tambah memuncak ketika hari bajik ini juga berhasil ditutup dengan sangat bajik pula melalui Puja Protektor pas detik-detik Waisak, aku yakin Shri Devi akan melindungi dan membantu kita memyempurnakan praktik kita untuk mengikuti jejak Guru Agung Buddha Sakyamuni.
Terima kasih untuk Suhu dan komunitas."
~Johnson Khuo



Semoga kebajikan yang dilakukan ini dapat menjadi sebab bagi ramalan pencerahan kita. Bersama-sama dalam komunitas penganut jalan Bodhisatva ini untuk saling mendukung dan saling mengingatkan dalam praktik Dharma.

This is our vesakh, how about you?

Sunday, October 20, 2013

Seminar MAH: Seksualitas dan Kehamilan

Minggu, 20 Oktober 2013 kemarin, MAH mengadakan Seminar: Seksualitas dan Kehamilan. Tujuan acara ini adalah mensosialisasikan kehidupan seksual yang sesuai dengan Buddhis dan Lamrim. Seminar ini diisi oleh 2 pembicara handal, yaitu Dr Hety dan Ci Aya.

Dr Hety mengisi topik tentang bagaimana berhubungan seksual dalam Buddhisme. Penyakit yang dapat ditularkan oleh hubungan seksual, kontrasepsi yang boleh dan dapat digunakan, kapan dan dimana boleh berhubungan seksual dan pantangan apa yang harus dihindari dalam berhubungan seksual secara Buddhis.
Sedangkan ci Aya sharing tentang pengalaman selama berkeluarga dan pantangan selama kehamilan.

Pembicara 1: Dr. Hety
Pembicara 2: Ci Aya




Bagi2 makanan yeay!!

Penyerahan sertifikat ke Dr. Hety
Penyerahan sertifikat ke ci Aya










Testimoni dari peserta Seminar:
"Gw jadi lebih paham masalah seksualitas, misalnya penggunaan kontrasepsi. Ternyata pakai  spiral dan hormon gak boleh lho. Karena mereka mempunyai potensi untuk menghalangi embrio menempel di dinding rahim, padahal secara Buddhis, pertemuan sel telur dan sperma bertemu saja sudah terjadi kesadaran." ~Hermando Firgus, 25 tahun.

"Topik pembahasan menarik.. Cuma denger 2.5 jam-an tidak ada ruginya, banyak manfaatnya.. Kalau pribadi saya sendiri, lumayan berpengaruh pada pola hidup saya sendiri ke depannya. Khususnya konsumsi makanan, seperti merubah hal-hal kecil menjadi kebiasaan, dst. Dan sering, aktivitas, pola hidup apapun yang saya lakukan sekarang, sering dihubungkan dengan isi seminar.. khusus topik tersebut.. " ~Fendy Chandra, 23 tahun.

"Gw dapat pengetahuan baru tentang tema yang dibawakan. Tapi kayaknya bakal lupa, berhubung masih lama kepake.. Hahaha. Paling suka bagian sharing pengalaman ci Aya selama hamil, seperti memilih kandungan, RS Ibu Anak..." ~Netty, 23 tahun.

"Seminar Kesehatan "Seksualitas & Kehamilan dari sisi Medis & Lamrim" pada tanggal 20 Oktober 2013 telah terselenggara dengan sukses. Ucapan terima kasih kami haturkan kepada Gubernur Center Jakarta serta para staf, kedua narasumber dan seluruh anggota KCI yang telah mendukung. Semoga kegiatan ini  membuka wawasan serta hati kita agar terus berkembang. Semoga menjadi awal yang menghapus segala halangan/keraguan kita untuk berbagi dan memperkuat ikatan kita sebagai komunitas yang berlandaskan Lamrim. Nantikan pula seminar-seminar yang tak kalah menarik pada kesempatan berikutnya." ~Call Center KCI

PS: Kira2 akankah cinta bersemi dari kebersamaan di seminar MAH?? Let's pray together..